Rabu, 15 Juli 2015

Gunung Lembu




 
Puncak Gunung Lembu
 
Purwakarta.. kota ini biasanya hanya aku lewati saja ketika melaju di Tol Jakarta – Bandung. Tak terpikir sebelumnya untuk sejenak singgah di kota itu, yang aku tau hanya sebatas ada waduk bernama Jatiluhur dan Makanan khas yang bernama Sate Maranggi, hingga saat ini pun aku belum pernah tau cita rasa dari sate itu. Tapi ada satu tempat yang merubah persepsiku tentang Purwakarta, Kalian harus kesini.

Aku penasaran karena baru mendengar ada gunung bernama Lembu, sedikit demi sedikit aku baca tulisan di blog  hingga akhirnya sebuah tanda titik mengakhiri rangkaian tulisan yang aku baca sedari tadi. Bagai terkena racun akupun segera memutar rencana untuk segera ke sana, dan jujur saja aku pun menjadikan blog itu sebagai patokan perjalananku kali ini.

Kota Purwakarta dapat kita tempuh hanya 3 jam perjalanan dari Bandung, ada banyak alternatif untuk menuju kesana diantaranya dengan bus dan kereta lokal . Kali ini kami menggunakan motor agar bisa sampai di Purwakarta lebih pagi 
Welcome Purwakarta


Panas terik sang surya menyambut kami di  Purwakarta ,Jalur menuju basecamp pendakian cukup menyenangkan. Jalur berkelak kelok melewati pedesaan di sekitaran Jatiluhur. Udara cukup sejuk , itu pasti. Jalur beraspal cukup mulus, canda tawa sering keluar dari kita semua. Tak nampak kelelahan setelah menempuh perjalanan dari bandung. Tampak di kejauhan Gunung Parang menjulang kokoh, puncaknya tampak sangat lancip menantang langit. Di belakangnya tampak juga Gunung Bongkok yang memang memiliki bentuk agak membongkok pantas dengan nama yang disematnya. Dan setelah itu nampaklah Gunung Lembu, memang sekilas seperti Lembu / Sapi yang sedang duduk dengan beberapa bukit di atasnya yang menyerupai punuk sapi.
Melepas pandang ke Gunung Lembu, aku memikirkan bahwa nanti malam kami akan menikmati sisa malam di atas sana.. ahhh pasti menyenangkan. Terdapat basecamp yang menandakan titik pendakian, disini kita diwajibkan membayar retribusi sebesar 5 k. Menurut sang penjaga basecamp biaya ini akan dipergunakan untuk pembangunan fasilitas di basecamp dan perbaikan jalur menuju puncak. Kita juga pendaki pertama pada hari itu yang akan naik, tutur sang penjaga. Mendengar kata tersebut hati saya semakin bersemangat karena gunung ini masih sepi dan belum banyak terekspose seperti gunung gunung lainnya.

“Akang .. Teteh  nanti setelah turun dari sini tolong di tulis di blog blog yaaa..” “Biar jadi rame sini mas” ..begitulah tutur sang penjaga basecamp.

“Siappp kang.... nanti pasti ditulis di blog, stay tuned at komunitas satubumikita” sautku menimpalinya.

Tapi dalam hati sebenarnya aku tetap ingin gunung ini sepi seperti ini tanpa banyak pendaki tanpa banyak sampah. Tapi setelah dipikir pikir sayang juga tempat seindah ini tak aku tulis di blog.


Jalur pendakian berada persis disamping basecamp, jalur berada di tengah tanaman perkebunan. Hanya beberapa meter saja kami berjalan jalur langsung menanjak tanpa ampun. Benar benar tanpa pemanasan pikirku. Dengan kemiringan konstan 45 derajat kira kira, ditambah dengan udara panas siang itu. Keringat pun langsung mengucur tanpa ampun, apalagi kaki ini sudah lama tak diajak berolah raga. Sungguh cobaan awal yang luar biasa.

selamat datang wisata gunung lembu
trek gunung lembu




Jalur menanjak ini berada di tengah tengah hutan bambu, ditambah banyaknya nyamuk yang bersileweran menghisap. Alangkah baiknya kalian membawa lotion anti nyamuk disini. Akhirnya di tengah jalur aku pun terduduk untuk pertama kalinya. Panas namun segar, mungkin karena berada di antara bambu bambu yang merupakan pohon dengan pengahasil O2 paling banyak. Diantara letih ini aku coba memandang jauh kedepan, dan ternyata terlihat waduk Jatiluhur, disini saja sudah tampak indah apalagi nanti saat aku sampai di puncak pasti apa yang ada akan lebih indah.
Jalur Gunung Lembu ini cukup menarik karena setelah jalur yang sangat menanjak tanpa ampun dari basecamp jalur akan berubah landai dan naik turun punggungan sampai 3 kali. Inilah keunikan Gunung Lembu, terdapat 3 punggungan bukit yang harus kita lalui. Bukit bukit ini jika dari bawah akan tampak seperti punuk lembu / sapi. Pada saat berjalan di punggungan ini pun aku merasa sedang merayap di punuk sapi raksasa.

Setelah dari punggungan ke dua jalur akan mulai berubah menjadi terbuka dengan dengan kiri kanan jurang, tapi dengan jalur yang masih cukup lebar dan aman untuk kita lalui. Pemandangan dari jalur ini sangat indah, dimana kanan kiri kita adalah Waduk Jatiluhur. Pertama kali aku sempat bingung kenapa bisa ada Jatiluhur di kanan dan kiri jalur ini?, ahhh yang penting pemandangan yang disuguhkan sangat mempesona.

Di gunung ini juga terdapat beberapa tempat yang di keramatkan oleh masyarakat setempat, sudah ada plang plang informasi tempat kramat tersebut. Ada sebuah makam tepat di jalur yang akan kita lalui dengan pos bambu yang bisa kita gunakan berisrtirahat melepas lelah.

Melangkah kembali tiba tiba kabut menyergap di keheningan hutan. Suasana menjadi dingin ditambah keheningan dari kami yang mulai kelelahan. Sinar sang surya pun tak mampu menembus pekat kabut ini, suasana berubah menjadi sedikit muram. Tapi semua itu menimbulkan keindahan tersendiri yang tak mampu aku jabarkan dengan tulisan.

Entahlah Jatilihur itu Waduk atau danau alami, tapi yang jelas dia membentang luas dengan pulau pulau kecil yang ada di tengahnya, garis tepian jatiluhur tampak meliuk liuk indah di tengah hamparan hijau pegunungan, Atap atap rumah pun tampak kecil dari atas Gunung lembu ini.





Aku pun tak pernah membayangkan jika ada tempat seperti ini di Purwakarta, karena memang banyak sekali tempat indah di negeri ini. Pikiran pun melayang jauh dan berfikir jika Tuhan menciptakan Indonesia ini dengan perasaan riang gembira, karena banyak sekali keindahan dan kekayaan alam yang terdapat di negeri ini..





Pesan terakhirku bagi kalian yang ingin ke Gunung Lembu alangkah baiknya kalian tetap menjaga kelesatarian dengan jangan membuang sampah sembarangan dan membawanya turun agar semua keindahan dan kelestarian Gunung Lembu tetap terjaga.

Situ Cisanti

Sangat banyak pilihan alternatif destinasi wisata alam di Bandung. Mulai dari wisata outbound, geowisata (wisata bumi) hingga wisata buatan yang sengaja dibuat oleh tangan manusia. Kota Bandung memang tak diragukan untuk masalah wisata alam tersebut. Di pinggiran Bandung pun seakan tak mau kalah dan terus mempromosikan wisata alam unggulan mereka. Salah satunya nih di kawasan Kabupaten Bandung terdapat sebuah situ (danau dalam bahasa sunda) yang unik dan cantik. Tak salah dengan keunikan dari danau ini kini di sosial media seperti Instagram dan Path banyak tersebar foto mengenai situ/danau ini.
Kamu mungkin sudah sering mengenal mengenai Situ Patengan/Situ Patenggang dari Ciwidey Kabupaten Bandung. Tapi mungkin diantara kamu belum banyak yang tahu mengenai situ/danau yang satu ini. Tempatnya cukup jauh dari pusat kota dan terletak di dalam hutan. Dan hal ini pula yang menjadikan situ/danau ini tetap terjaga keindahannya.
Yang membuatnya unik adalah bahwa situ/danau ini merupakan hulu dari Sungai Citarum dan merupakan saksi sejarah karena situ ini adalah sebuah patilasan dari Dipatiukur. Nama situ itu adalah SITU CISANTI..



Situ Cisanti

Situ Cisanti adalah sebuah danau yang terletak di tengah hutan eucaliptus dan situ ini terletak cukup tinggi dari permukaan laut. Banyak yang bilang bahwa Situ Cisanti bagaikan sebuah “nadi Jawa Barat” karena Situ Cisanti inilah yang menjadi hulu dari Sungai Citarum, sungai terbesar dan terlebar di Jawa Barat yang memiliki panjang sekitar 269 Km dan membelah 12 Kabupaten dan kota.
Situ Cisanti ini terletak di kaki Gunung Wayang yang kini masuk dalam area Perum Perhutani. Tak hanya perannya yang sangat penting bagi sumber kehidupan warga Jawa Barat Situ Cisanti merupakan salah satu dari saksi sejarah dari masa kerajaan hingga zaman kolonialisme dulu. Situ Cisanti ini merupakan sebuah petilasan (tempat persinggahan) dari Dipatiukur, yang merupakan seorang wedana para bupati Priangan pada abad ke-17. Dipatiukur memimpin pasukan untuk menyerang Belanda di Batavia pada tahun 1628. Disebutkan bahwa kekalahan Dipatiukur disebabkan oleh adanya pengkhianatan dari pemimpin masyarakat Sunda lain, sehingga akhirnya Dipatiukur dan pengikutnya mudah dikalahkan.
Menurut kabar, Bujangga Manik, putra Raja Padjajaran, pada abad ke-5 pernah mengunjungi Situ Cisanti ini pada perjalanannya mengunjungi tempat-tempat suci di Pulau Jawa dan Bali dengan berjalan kaki seorang diri.
Tak hanya menyimpan sejarah dan manfaat bagi warga Jawa Barat. Situ Cisanti ini sangat eksotik dan menarik untuk dikunjungi, terlebih lagi bagi kamu yang sering hunting ke tempat yang unik dan ga mainstream. Di Situ Cisanti ini terdapat beberapa spot yang unik dan cocok buat foto-foto dan bernarsis ria dan keren juga buat di unggah di sosial media seperti Path atau Instagram guys. Ga percaya? Nih liat aja foto saya saat berkunjung kesana. 






Lokasi/Alamat Situ Cisanti

Situ Cisanti terletak di kaki Gunung Wayang sekitar 60 kilometer sebelah selatan Kota Bandung dan dapat ditempuh oleh kendaraan roda dua atau roda empat sekitar 2-3 jam. Situ Cisanti berlokasi di Kampung Pejaten Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung.
Untuk mencapai lokasi bisa diakses melalui dua cara. Pertama melalui kawasan Pangalengan dengan sebelumnya menyusuri perkebunan teh Malabar. Sebenarnya dengan melewati kawasan Pangalengan ini bisa terbilang lebih dekat dengan jalan yang tidak terlalu menanjak, namun jalanan dengan rute ini cukup sulit, sepi, rusak dan lebih mudah tersesat karena kurangnya plang jalan khusus.
Rute kedua adalah melalui Bandung – Ciwastra – Ciparay – Pacet – Cibeureum dan selanjutnya Kertasari. Bisa dibilang melalui rute kedua ini jalanan akan sedikit menanjak dan berputar, namun jalanan pada rute kedua ini lebih baik dan mulus dibandingkan dengan rute pertama.

Fasilitas Situ Cisanti

Bisa dibilang Situ Cisanti ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap mulai dari toilet, mushola hingga penginapan/cottage kayu yang bisa dipakai untuk menginap dan menikmati malam di tengah hutan Situ Cisanti. Di kawasan Situ Cisanti ini juga kamu bisa berkemah dengan teman-teman yang menyukai alam terbuka guys.
Bisa dibilang Situ Cisanti ini merupakan pertemuan dari 7 mata air yang ada disana. Diantaranya adalah mata air Cikahuripan (Pangsiraman), mata air Cihaniwung, mata air Mastaka Citarum, mata air Cisadane, mata air Cikoleberes, mata air Cikawedukan dan terakhir mata air Cisanti.
Dari ketujuh mata air yang ada di Situ Cisanti, yang paling populer adalah mata air Pangsiraman. Mata air Pangsiraman ini dikelilingi oleh pagar besi dan terdapat bangunan bagi mereka yang ingin melakukan “ziarah” di kawasan ini. Untuk bisa masuk ke lokasi ini kamu tak bisa sendiri karena dijaga oleh seorang juru kunci yang sesekali ada disana.
Di kawasan mata air Pangsiraman ini air kebiruan dan sangat jernih. Disini kamu tak bisa sembarang mandi di mata air ini karena ada sebuah tatakrama yang harus dilakukan sebelumnya.
Di lokasi ini terdapat dua bagian, yaitu bagian untuk laki-laki dan perempuan. Biasanya hal ini berlaku di malam-malam yang dianggap baik untuk melakukan ziarah, seperti pada kamis malam dan hal ini akan semakin ramai dikunjungi pada waktu terang bulan di bulan Maulud.
Di tempat itu kadang-kadang sering hadir seorang juru kunci yang siap menolong untuk “memandikan” kamu layaknya melakukan sebuah siraman nikahan dimana seluruh tubuh akan dibasahi oleh air guyuran dari mata air tersebut. Menurut salah satu juru kunci Pangsiraman, tujuan orang berziarah ke tempat ini bermacam-macam, tetapi paling banyak dari mereka adalah untuk mendapatkan ketenangan hati, awet muda, enteng jodoh, kekayaaan hingga jabatan.
Jika tak ingin “mandi”, kamu boleh kok untuk sekedar mencuci muka atau sedikit main air di tempat ini. Dan yang paling penting di tempat ini sangat cocok buat foto-foto narsis guys karena tempatnya yang unik dan ga mainstream. Hahaa

Tiket Masuk Situ Cisanti
Untuk dapat menikmati semua keindahan dari Situ Cisanti ini kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar 7500 rupiah/orang. Dan uang parkir kendaraan 2rb rupiah/motor dan 5rb rupiah/mobil. Gimana murah meriah kan wisata alam di Situ Cisanti? Yuk datang kesana guys!
Nahh guys itu dia review mengenai wisata alam Situ Cisanti. Yuk jalan-jalan kesana dan satu pesan saat kesana jangan buang sampah sembarangan agar alam ini tetap indah dan dapat kita nikmati untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita nanti.

Happy wonderful traveling..

Gunung Semeru

Seperti yang kita ketahui gunung semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.

Puncak Mahameru

Gunung Semeru
Berawal dari rencana teman komunitas satubumikita yg ingin mendaki gunung tertinggi di pulau jawa dengan puncaknya yang biasa di sebut Mahameru, dan akhirnya mulailah kita menyusun strategi untuk bisa mendaki gunung semeru.Syarat utama dan yang paling penting ini harus wajib di penuhi! Apa itu? Yap mencari personil utk pendakian ‘mustahil dong kita naek gunung tanpa manusianya alias personil (open trip) ’
Alhamdulillah tidak terlalu sulit dlm mengumpulkan personil, responnya cukup baik bahkan ada yang mau sekali ikut namun karena terkendala dengan waktu jadi tidak bisa ikut ‘mungkin lain kali abay! Gunungnya engga kemanamana kok, enjoy it!. Awal hanya 6 orang tambah jadi 10 orang dan akhirnya 23 orang. Mulailah menentukan waktu keberangkatan. Tgl 9 mei 2015 jadwal keberangkatan, kita menggunakan jasa kereta api dari stasiun kiaracondong untuk menuju ke stasiun kediri dilanjutkan ke malang baru Info harga tiket kahuripan 90rb
malang kota lama
Dari Bandung tepatnya kediaman Taufik di cikutra kami menaiki angkot dan sebagian di antar oleh motor lalu kita semua berkumpul di stasiun kiaracondong  berdoa dan packing ulang.Akhirnya meluncur kita ke Kediri dengan transit tujuan Malang, singkat cerita kita sampailah di Kediri dari Kediri transit lg ke stasiun Malang Baru.

stasiun malang
Setelah tiba di stasiun kita naik angkot untuk mengantarkan kami ke pasar tumpang untuk istirahat di basecamp tumpang  yang sekaligus tempat para pendaki menginap sebelum lanjut ke desa ranu pani untuk pendakian semeru


camp tumpang

Sesampainya di tumpang akhirnya kami beristirahat semalam.Dengan kondisi yang tentunya cape pikiran & fisik kami keluar dari basecamp untuk sekedar menikmati suasana malam sekaligus membeli logistik  pribadi di sekitar pasar tumpang, setelah logistik kumplit di beli dan perut sudah terisi merasa agak rileks kami kembali lagi ke basecamp untuk istirahat, sebelum tidur kami semua sempatkan lagi menyusun rencana untuk pendakian esok
basecamp tumpang

Berbagai masukan, pendapat sudah di tampung & kegiatan untuk besok juga sudah terinci lanjut kami semua melepas lelah di basecamp saatnya tidur…
Paginya kami mulailah belanja logistik kelompok & berbagai keperluan utk mendaki di sekitaran pasar tumpang. Setelah komplit kami packing ulang, membagi-bagi beban bawaan di tas masing-masing. Dan kami juga dapat kabar dari pihak TNBTS pendakian di buka pada jam 9 pagi hari itu setelah itu kami melaju ke ranu pani dengan menggunakan jeep

jeep menuju ranupane




Sesampainya di ranu pani kami mengurus persyaratan pendakian, mulai dari pengecekan barang bawaan, surat keterangan sehat & photo copy KTP dllnya. Tidak lupa kita mengisi perut dahulu sebelum tancap gas mendaki, banyak warung makan yang tersedia di sekitaran ranu pani terutama di dekat kantor TNBTS.

ranupane


Setelah kenyang, BISMILLAH… mulailah kami mendaki, pendakian kita kali ini melewati jalur watu rejeng. Trek awal pendakian kami di suguhi pemandangan ladang ataupun sawah-sawah warga, bertemu gapura selamat datang kami terus di suguhi trek yang landai namun cukup menguras tenaga. Dengan disambut berbagai tumbuhan kecil seperti alang-alang & sejenisnya. Menyusuri lereng bukit sampailah kami di pos watu rejeng, kira-kira jarak antara ranu pani ke watu rejeng sekitar 5 km dgn waktu tempuh 2 jam.

Awal Pendakian
Dari watu rejeng kami lanjutkan perjalanan menuju ranu kumbolo, di trek pendakian kali ini kami di suguhi pemandangan berbagai pohon pinus, cemara & kabut yang menutupi lembah yang berdampingan dengan trek yang kami lewati. Butuh waktu 2,5 jam bagi kami dengan jarak sekitar 4,5 km dari watu rejeng hingga ranu kumbolo.

Ranu kumbolo

Sekitar menjelang ashar sesampainya di ranu kumbolo kami mendirikan tenda,7 tenda berdiri untuk tempat berlindung sekaligus untuk beristirahat.
Pemandangan di Ranu Kumbolo sangatlah indah, membuat siapa saja yg melihatnya enggan untuk beranjak dari tempat nan eksotis ini
Ranu Kumbolo
  Setelah bermalan di Ranu Kumbolo, paginya kita menyempatkan untuk olahraga kecil-kecilan dengan berlari-lari kecil di pinggiran danau ranu kumbolo sambil sesekali kami berfoto-foto ria, setelah itu kami sarapan pagi. Setelah perut kenyang sekitar jam 09.00 WIB tancap gas lagi menuju kalimati. Melewati tanjakan cinta





ranu kumbolo

camp



ranukumbolo



Tanjakan Cinta

Melewati tanjakan cinta trek selanjutnya berupa turunan yang lumayan curam yang akan mengantarkan kami ke padang lavender oro-oro ombo. Dengan pemandangan luar biasa bagus di padang rumput yg luas ini dimana banyak pohon pinus dan juga gunung kepolo yg membentang gagah di depan mata memandang


oro oro ombo

tanjakan cinta
   

Cemoro Kandang

Tak terasa setelah lumayan lama kami berjalan sampailah kami di tempat yang di beri nama cemoro kandang, di cemoro kandang kami beristirahat sejenak

cemoro kandang



Lanjut setelah cemoro kandang kami menuju kalimati sekitar pukul 13.00 WIB kami sampai di kalimati, langsung mendirikan tenda untuk istirahat. Setelah tenda berdiri kami membagi tugas ada yang  mengambil air untuk keperluan minum, memasak, dll di kalimati ada sumber air, jarak tempuhnya kira-kira 1 jam perjalanan pulang pergi tepatnya kita jalan ke arah barat menelusuri pinggiran hutan kalimati & trek menuju sumber air lumayan terjal dengan jalur yang sempit di apit dengan tebing & batuan besar.

kalimati 2700 mdpl

Pukul 23.00 WIB kami bersiap untuk summit mahameru, perjalanan menuju puncak kami berbarengan dengan kelompok pendaki lain, kebetulan jalur arcopodo kala itu sedang longsor jadi kami melewati jalur evakuasi yg jarak tempuhnya justru lebih cepat karna sekitar jam 24.00 WIB kami sudah sampai tanjakan kelik dimana batas vegetasi tumbuhan dengan jalur trek berbatu & pasir, dengan berjalan bergantian dengan kelompok pendaki lain mulai lah kita merasakan trek pasir yang berdebu & menguras tenaga dimana bebatuan yang mudah terperosok ke bawah jika terinjak terlalu kuat. Dengan perjuangan yang saya katakan cukup luar biasa dalam menggapai puncak mahameru, tenaga terkuras, mental yang mulai drop belum lagi mengantuk & perut sudah keroncongan, kehausan dalam menapaki jalur pasir yang bila di injak 1 langkap kami malah merosot 2 langkah
summit attack
  

Berjalan kurang lebih 3 jam dari tanjakan kelik kami masih tetap berada di tengah-tengah jalur kalau melihat kebawah seperti sudah jauh namun kalau melihat ke atas itu lebih jauh lagi jalan menuju puncak mahameru, sambil beristirahat sejenak saya melihat sekitar ada pendaki yang kelelahan sampai-sampai tertidur tergeletak di pasir ada juga yang sampai meneteskan air mata entah itu karena terkena debu atau karena putus asa & juga ada yang kembali lagi kebawah mungkin karena keadaan fisiknya yang sudah tidak mendukungnya dalam melanjutkan perjalanan. kami menikmati sunrise di perjalanan menuju puncak.
 

Pukul 06.00 WIB kira-kira kami sampai di puncak abadinya para dewa ‘MAHAMERU’ begitulah teriakan dari salah satu pendaki yang sampai di puncak.



Kami bergantian sampai di puncak mahameru hanya berbeda waktu saja. Banyak kejadian berkesan di puncak mahameru dimana banyak para pendaki yang langsung sujud syukur, tak banyak juga yang berlinangan air mata sambil tersedu-sedu, kalau saya sendiri cuman 1 yang terbesit dalam pikiran saya subhanallah
Sambil menikmati suasana di puncak, kami di kejutkan dengan asap wedus gembel dari letusan kecil dari kawah yang masih aktif  yang setiap beberapa menit sekali muncul. Mengabadikan momen di puncak dengan berfoto-foto & merekam keadaan sekitar.


Puncak Mahameru
 
Melihat jam di tangan sudah menunjukan pukul 08.30 WIB ’.
Asap atau gas beracun dari kawah jonggring saloka sudah mulai mengikuti arah angin yang bertiup ke arah utara, pukul 08.30 WIB kami bergegas turun.


. Memang manusia hanya pandai berencana tetapi Allah lah yg menentukan, kami hanya bisa berusaha.
Terima kasih kepada Allah SWT tentunya yang tak henti-henti kami bersyukur telah memberi kemudahan dalam menyelesaikan pendakian kali ini.
Juga untuk teman-teman yang ikut berpartisiapasi dalam pendakian kali ini taufik hidayat , tiny yuniar , jimmy faisal , tubagus suherman , ceceu , widi , yeye , tika , rani ratnasari ,kumang ground , goval abie basae ,idris mustofa , rita pradiska , ndiw adsor ,awanda , dea jk ,yuni , uwiw , cintya , exval , rendi , oding , anggi Terimakasih untuk kalian semua ‘kalian luar biasa haha’.
Terimakasih juga untuk basecamp tumpang yang selalu care membantu para pendaki terutama rombongan kami di malang. (CP: 081249081890)

Dan tetap ingat setinggi apapun kita jangan pernah lupa masih ada tanah yang kita injak untuk berpijak… #SalamLestari


 Saya sengaja tidak meberikan estimasi biaya perjalanan karena setiap waktu dapat berubah tergantung situasi dan kondisi.
Terima kasih semoga bermanfaat….


Video :

https://www.youtube.com/watch?v=NrbvuKOoLXE

satu untuk berbagi


Ramadhan bulan penuh berkah. Kegiatan amaliah dibulan ramadhan dengan mengharap ridho Illahi banyak dilakukan komunitas satubumikita bandung . Wujud kepedulian dengan sesama dimulai dengan pemberian dana dari donatur.komunitas satubumikita berkolaborasi dengan komunitas- komunitas di bandung untuk dialokasikan dalam kegiatan Donasi Ramadhan 1436 H, Alhamdulillah kegiatan yang berlangsung selama 4 hari yang dimulai dari tanggal 8, 9, 11 & 12 juli 2015 telah terlaksana. Kegiatan "satu untuk berbagi" sendiri terbagi menjadi : 

1. Tgl 8 Juli. B erbagi nasi sebanyak 200 Bungkus kepada kaum dhuafa dan 200 takjil gratis. Dibagi kedalam 2 tempat Sekitar Taman Dago dan Taman Jomblo. Dan berkahir di Taman Ganesha ITb dilanjut dengan buka bersama Komunitas di Bandung. 

2. Tgl 9 Juli . Berbagi mukena dan sarung sebanyak masing-masing antara 5-10 pcs yang dibagi lagi ke masjid dan mushola. Dibagi kedalam beberapa tempat diantaranya : masjid al-ihklas Cikutra, Masjid Ciroyom, Mushola Cikapundung, Mushola Cilengkrang, Masjid sekitar Ujung Berung dll . 

3.Tgl 11 Jul i. Berbagi nasi sebanyak 200 Bungkus kepada kaum dhuafa dan 200 takjil gratis. Tempat pembagian sekitar Tegalega, Moh Toha, Otista. 

4.Tgl 12 Juli. Buka bersama, pemberian bingkisan dan sembako ke 2 Panti Asuhan dan 1 Panti Jompo.

Kami akan terus berupaya agar baksos satu untuk berbagi ini dapat membawa manfaat dan semoga tahun-tahun mendatang akan menjadi lebih baik lagi Terima kasih banyak untuk donatur, kawan-kawan komunitas, kawan-kawan sabuki dan pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Semoga kegiatan kita bermanfaat dan menjadi amal kebaikan bagi kita. Amin. Terima kasih. Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1436 H Mohon maaf lahir dan batin

foto by : taufik hidayat